Laporan Kasus: C-Reactive Protein (CRP) Sebagai Biomarker Respon Terapi Pada Sindrom Tolosa-Hunt
Abstract
Sindrom Tolosa-Hunt (STH) merupakan gangguan neurologis langka yang disebabkan oleh inflamasi non-spesifik pada sinus kavernosus atau fisura orbital superior dengan gejala nyeri kepala unilateral disertai dengan optalmoplegia. Proses inflamasi non-spesifik menyebabkan peningkatan C-Reactive Protein (CRP) yang signifikan pada STH. Selain untuk menunjang diagnosis, CRP juga dapat berperan penting dalam evaluasi klinis pengobatan STH. Penurunan CRP paska terapi kortikosteroid dapat menjadi penanda objektif yang menunjukkan ketepatan terapi pada STH. Deskripsi Kasus : Laki-laki, 25 tahun datang dengan nyeri kepala, penglihatan ganda dan kelopak mata turun selama dua bulan terakhir. Pemeriksaan neurologis didapatkan ptosis ringan dan paresis nervus okulomotor mata kanan dengan refleks cahaya intak. Tidak didapatkan tanda meningeal, kelemahan anggota gerak maupun refleks patologis. Pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan CRP)dengan hasil 9,8 mg/L. Pemeriksan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kepala dengan kontras didapatkan penyengatan pada area sinus cavernosus kanan. Pasien didiagnosis dengan Sindroma Tolosa-Hunt dan diterapi dengan metilprednisolon dosis tinggi dilanjutkan dengan penurunan dosis bertahap. Pada pengobatan hari ke-10, terdapat perbaikan pada gerakan ekstraokular mata kanan. Perbaikan klinis ini didukung dengan evaluasi kadar CRP yang normal dengan hasil 0,9 mg/L. Diskusi : Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pasien yang didiagnosis sindroma Tolosa Hunt, namun pada penelitian lainnya tidak didapatkan adanya peningkatan. Kontradiksi ini dapat terjadi akibat faktor usia, jenis saraf yang mengalami gangguan dan mungkin adanya faktor lain yang menyertai. Namun pada laporan kasus ini lebih menitik beratkan pada penurunan kadar CRP yang menunjukkan respon baik dari terapi yang diberikan . Simpulan : Respons cepat terhadap kortikosteroid pada kasus ini, disertai penurunan CRP dan perbaikan gejala, menunjukkan bahwa CRP dapat menjadi parameter tambahan untuk memantau terapi pada Sindrom Tolosa-Hunt.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Angelina Vivi Maharani, Lothar Matheus Manson Vanende Silalahi, Loury Priskila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

