Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Kejadian Speech Delay pada Anak Usia 2-5 Tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2021-2023
DOI:
https://doi.org/10.22225/amj.5.2.2025.159-169Keywords:
Child, Gadget, Speech DelayAbstract
Perkembangan bahasa anak merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan paparan teknologi. Penggunaan gawai pada usia dini cenderung meningkat dan diduga berperan terhadap terjadinya speech delay. Namun, bukti ilmiah yang membahas hubungan antara intensitas penggunaan gawai dan keterlambatan bicara masih terbatas. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain case–control yang bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar. Sampel terdiri dari 98 responden (49 anak speech delay dan 49 anak tanpa speech delay) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner mengenai karakteristik anak dan kebiasaan penggunaan gawai, sedangkan data sekunder berasal dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p < 0,05 serta perhitungan odds ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Sebanyak 50% responden mengalami speech delay. Berdasarkan intensitas penggunaan gawai, 12,2% memiliki intensitas ringan, 49% sedang, dan 38,8% berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai berat berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko speech delay (OR = 4,24; 95% CI: 1,77–10,18; p = 0,01). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan gawai dan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun. Penggunaan gawai dengan durasi dan frekuensi tinggi meningkatkan risiko keterlambatan bicara, sehingga pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan gawai oleh orang tua sangat dianjurkan.
References
Adani, S. & Cepanec, M. (2019). Sex differences in early communication development: Behavioral and neurobiological contributions. Frontiers in Psychology, 10, 979.
Alamri, A., Alghamdi, S., Alzahrani, M., Alqarni, S., Alshahrani, A. & Aldawsari, N. (2023a). Excessive screen time and its association with delayed language development among children under 5 years: A systematic review. Children, 10(2), 240.
Alamri, A., Alshahrani, S., Alqahtani, M. & Althobaiti, N. (2023b). Parental mediation of screen time and its effects on children’s language development. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(4), 3256.
Almari, A., Saleh, M. & Bahari, R. (2023). Screen media use and delayed language development in children: A systematic review and meta-analysis. BMC Pediatrics, 23(1), 112.
Amalia, P., Nurul, H. & Pratiwi, L. (2019). Hubungan durasi dan jenis paparan gawai terhadap perkembangan bahasa anak usia prasekolah di Indonesia. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak, 2(1), 33–40.
American Academy of Pediatrics (AAP). (2016). Media and young minds. Pediatrics, 138(5), e20162591.
Asikainen, M., Korhonen, K. & Kukkonen, I. (2021). Parental and child screen media exposure and early language development: A Finnish cohort study. Frontiers in Psychology, 12, 667536.
Barel, E. & Tzischinsky, O. (2018). Sex differences in the relationship between hormones, brain structure, and language development in children. Neuropsychologia, 109, 134–144.
Bialystok, E., Luk, G., Peets, K.F. & Yang, S. (2012). Receptive vocabulary differences in monolingual and bilingual children. Bilingualism: Language and Cognition, 13(4), 525–531.
Byers-Heinlein, K. & Lew-Williams, C. (2013). Bilingualism in the early years: What the science says. Learn Landscapes, 7(1), 95–112.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rika Wulandari, Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari, Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

